Ayo Mengenal Tari Hudoq Khas Suku Dayak Bahau

Tari hudoq terkenal sebagai salah satu bentuk kesenian khas Suku Dayak Bahau di Kalimantan Timur dengan ciri khas pada topengnya yang menyerupai bentuk binatang.
Dayak merupakan salah satu suku asli kalimatan yang tersebar di beberapa wilayah di Kalimantan, terutama di kalimatan timur. Oleh karena itu, Suku Dayak mempunyai banyak tradisi dan kebudayaan beragam dengan ciri khas yang berbeda di tiap daerahnya.
Selain tercermin dalam upacara adat dan perayaan tertentu, salah satu produk kebudayaan Suku Dayak dapat dilihat dari jenis tarian yang dimiliki, termasuk di antaranya tari hudoq. Tari hudoq merupakan jenis tarian khas Suku Dayak Bahau yang mendiami wilayah Kalimantan Timur.
Daya tarik utama dari tari hudoq adalah penggunaan topeng kayu berbentuk binatang, leluhur, dan dewa. Tarian ini biasa dipentaskan pada momen-momen tertentu, termasuk pada upacara ritual maupun penyelenggaraan event seperti Hudoq Pekayang di muara hawau, dan kebetulan yang saya datangin event di rumah lamin batu cermin.

Ayo mari mengenal budaya Dayak Bahau
Awal Mula Tari Hudoq
Munculnya tari hudoq tentu tidak bisa dipisahkan dari konteks sosial, budaya, serta kepercayaan masyarakat Dayak Bahau. Pada awalnya, tari hudoq dilakukan masyarakat Suku Dayak Bahau sebagai ritual sebelum membuka lahan pertanian baru atau setelah musim panen.
Adapun tujuan dilakukannya tari hudoq yaitu sebagai bentuk komunikasi dengan roh nenek moyang untuk meminta perlindungan dan kekuatan agar dihindarkan dari energi jahat. Selain itu, ritual ini juga dilakukan sebagai bentuk berterima kasih atas hasil panen yang didapatkan dari ladang dan sawah.
Sementara itu, asal penamaan hudoq dalam tarian ini diambil dari istilah setempat yakni “hudoq” yang mempunyai arti menjelma. Pasalnya, topeng-topeng yang digunakan pada tari hudoq diyakini sebagai bentuk penjelmaan dari binatang, leluhur, dan juga para dewa.
Penggunaan Topeng dan Kostum Tari Hudoq
Hal utama yang membedakan tari hudoq dengan tarian sejenisnya adalah penggunaan topeng yang khas. Pasalnya, topeng yang dikenakan pada tarian ini mempunyai makna khusus sebagai media komunikasi agar roh nenek moyang dapat berkomunikasi dengan manusia tanpa membawa kesialan.
Topeng yang digunakan para penari pun mempunyai beberapa warna dengan artian berbeda pada masing-masing warnanya. Misalnya, topeng warna merah yang menggambarkan keberanian, putih simbol kesucian, hitam simbol keagungan, dan juga kuning sebagai simbol kemakmuran.
Selain topeng, tari hudoq juga mempunyai kostum unik yang mencirikan kekhasan tarian ini. Adapun kostum tersebut mempunyai nama Hudoq Chum Tai dan menggunakan bahan dasar dedaunan yang mempunyai makna kesuburan dan kesejukan.
Makna Gerak Tari Hudoq
Tari hudoq biasa dilakukan oleh para penari laki-laki yang bergerak secara ekspresif dari hentakan kaki dan gerakan tangannya. Sementara itu, para pengiring yang terdiri dari para perempuan berada di sisi luar. Nah, pada momen ini lah masyarakat Dayak Bahau meyakini dewa akan merasuki para hudoq dan berkumpul di satu tempat khusus untuk memberikan berkah.
Dalam tariannya, tari hudoq diiringi nyanyian yang menceritakan mitos, cerita rakyat, hingga cerita mengenai hubungan manusia dengan alam dan leluhur. Adapun alat musik tradisional yang biasa digunakan sebagai pengiring antara lain gong, kempli, dan juga suling.
Tari Hudoq biasanya dilakukan pada awal musim tanam padi, sekitar bulan September hingga Oktober. Tarian ini dilakukan di lapangan desa atau di depan rumah adat (rumah lamin), yang dianggap sebagai tempat sakral. Para penari melompat-lompat sambil bergerak mengikuti irama gong dan gendang tradisional.Tarian ini tidak hanya melibatkan para penari, tetapi juga masyarakat yang ikut berdoa bersama, memohon kesejahteraan, kesehatan, dan keberhasilan dalam bercocok tanam.
Annisa- 226671050