“Pasar Tumpah Pringgodani”

Pasar Tumpah Pringgodani yang terletak di kawasan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, menjadi salah satu destinasi wisata unik yang menarik perhatian masyarakat lokal maupun mancanegara.
Di sana juga menyediakan area parkir luas bagi kendaraan pengunjung, jadi tidak perlu khawatir soal itu. Untuk satu kali kunjungan, pengelola parkir mematok harga Rp5 ribu untuk mobil dan Rp2 ribu bagi pengunjung yang mengendarai motor. Sementara untuk tiket masuk dibanderol Rp5 ribu/orang (dewasa) dan gratis untuk anak-anak.

Setelah parkir kendaraan, pengunjung diminta menukarkan uang tunai dengan alat pembayaran berbentuk kayu. Kayu itu yang nantinya dijadikan alat pembayaran atau transaksi di Pasar Pringgodani Balikpapan. Pecahannya mulai dari Rp5 ribu, Rp10 ribu, dan Rp20 ribu.
Di dalam Pasar Pringgodani pengunjung bakal menemukan berbagai kudapan nikmat, mulai dari makanan tradisional Indonesia seperti nasi jagung dan nasi tiwul. Ada juga jajanan khas Kalimantan Timur seperti Mandai, yakni gorengan nikmat yang berbahan dasar kulit cempedak. Jika beruntung, pengunjung juga bisa mencicipi buah-buahan langka dari hutan Kalimantan seperti Mata Kucing, Lay, dan Mangga Putih.
Keunikan Pasar Pringgodani tidak hanya terletak pada alat pembayaran yang berbentuk kayu saja, tapi juga seluruh pedagang di sana wajib memakai pakaian tradisional khas Indonesia. Ada yang memakai kebaya khas Jawa, pakaian adat Madura, hingga memakai atribut wayang lengkap dengan blangkonnya.
Salah satu pengunjung, Terry Rinjani Batas, mengatakan wisata Pasar Pringgodani Balikpapan sangat menarik untuk dikunjungi. Sebab, selain menyediakan berbagai makanan enak juga bisa menjadi edukasi bagi anak-anak.
“Karena di sini transaksi pakai uang kayu, baru pertama di Balikpapan sepertinya ya. Menarik sekali, apalagi di Balikpapan memang jarang ada destinasi wisata seperti ini,
Taralita (226671003)