Bosf (Borneo Orang Utan Survival Foundation) Balikpapan

Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) didirikan pada tahun 1991 oleh Dr. Willie Smits, seorang ilmuwan kehutanan asal Belanda-Indonesia, bersama dengan guru Peter Karsono, Asctha Boestani Tajudin, dan Joe Cuthbertson. Pendiriannya didukung oleh para peneliti dari Program Tropenbos Kalimantan dan anak-anak sekolah di Balikpapan.
Awalnya, organisasi ini bernama “Balikpapan Orangutan Society” dan fokus pada penyelamatan serta rehabilitasi orangutan yang terpisah dari induknya. Pusat rehabilitasi pertama didirikan di Wanariset, Kalimantan Timur. Pada tahun 1998, organisasi ini memperoleh status hukum resmi sebagai yayasan di Indonesia dan pada tahun 2003, namanya resmi berubah menjadi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
Seiring waktu, BOSF memperluas kegiatannya ke Kalimantan Tengah dengan mendirikan pusat rehabilitasi kedua di Nyaru Menteng, dekat Palangka Raya. Organisasi ini juga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam pengelolaan kawasan konservasi seperti Mawas dan Samboja Lestari, serta melakukan pelepasliaran orangutan ke kawasan hutan yang telah direhabilitasi.

Hingga saat ini, Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) merawat lebih dari 300 individu orangutan yang sedang dalam proses rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitat alaminya. Sebagian besar dari mereka berada di dua pusat rehabilitasi utama BOSF:
- Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
- Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari di Kalimantan Timur
Di Nyaru Menteng, terdapat sekitar 284 individu orangutan, sementara di Samboja Lestari ada sekitar 126 individu. Sebagian dari mereka sedang menjalani program “Sekolah Hutan” untuk mempersiapkan mereka kembali ke alam liar. Sejak dimulai pada Februari 2012, BOSF telah berhasil melepasliarkan 500 individu orangutan ke hutan-hutan konservasi di Kalimantan. Selain itu, BOSF juga mengelola lebih dari 465.000 hektar hutan hujan tropis yang berfungsi sebagai habitat alami bagi orangutan dan satwa liar lainnya seperti Beruang Madu.

Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Tempat ini sering disebut sebagai “sekolah” bagi orangutan yang telah diselamatkan, bertujuan untuk mempersiapkan mereka kembali ke alam liar.
Apa Itu “Sekolah” Orangutan BOSF?
Orangutan yang diselamatkan dan tidak memiliki kemampuan bertahan hidup di alam liar menjalani pendidikan di dua tahap utama:
- Baby School: Di sini, bayi orangutan belajar dasar-dasar kehidupan hutan seperti memanjat pohon, mengenal buah-buahan, dan membuat sarang. Orangutan Outreach
- Forest School: Tahap lanjutan di mana mereka mengasah keterampilan bertahan hidup seperti mencari makan, menghindari predator, dan berinteraksi dengan orangutan lain. Mereka diawasi oleh “ibu pengganti” manusia dan hanya kembali ke kandang pada malam hari.
Proses pendidikan ini berlangsung antara 5 hingga 7 tahun, tergantung pada kesiapan individu orangutan. Setelah lulus, mereka dipindahkan ke pulau prapelepasliaran atau langsung dilepasliarkan ke hutan alami.

Fina Mufirotika (226671001)