12, May 2025
“SERAUNG” Topi Khas Suku Dayak

Seraung merupakan topi lebar khas suku Dayak khususnya Dayak Kenyah, berbentuk mirip caping yang biasa digunakan ketika pergi ke luar rumah, terutama ketika beraktivitas di hutan. Pada umumnya yang menggunakan Seraung adalah kaum wanita suku Dayak. Selain itu seraung juga menjadi simbol kebanggaan dan persatuan suku dayak karena sering digunakan dalam upacara adat dan keagamaan.

Meski bentuknya mirip dengan caping yang ada di Pulau Jawa, namun ada perbedaan yang menonjol dari tampilan Seraung yaitu hiasan jahitan kain sulam warna – warni dan manik – manik khas Dayak serta bahan utamanya.

Seraung terbuat dari anyaman daun biru, sejenis daun palem lebar yang tumbuh di hutan-hutan Kalimantan. Namun saat ini daun biru sangat sulit didapatkan, Mereka kini mengganti bahan dasar Seraung dengan sejenis pohon pandan yang lebih mudah diperoleh.

Daun “Biru
Pandan Hutan

Selain suku Dayak, suku Kutai juga sama halnya yaitu memiliki seraung (sahung) sebutan orang kutai, namun ada perbedaan pada hiasan yaitu cenderung polos dibanding Seraung Dayak yang pernak – perniknya lebih banyak.

Seraung (Sahung Kutai)
Wanita Dayak Kenyah mengenakan Seraung dan mengendong bayi menggunakan “Bening” gendongan bayi khas Dayak Kenyah

Ditulis oleh: Arif Aidil Adha / 226671035

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *