“SERAUNG” Topi Khas Suku Dayak
Seraung merupakan topi lebar khas suku Dayak khususnya Dayak Kenyah, berbentuk mirip caping yang biasa digunakan ketika pergi ke luar rumah, terutama ketika beraktivitas di hutan. Pada umumnya yang menggunakan Seraung adalah kaum wanita suku Dayak. Selain itu seraung juga menjadi simbol kebanggaan dan persatuan suku dayak karena sering digunakan dalam upacara adat dan keagamaan.
Meski bentuknya mirip dengan caping yang ada di Pulau Jawa, namun ada perbedaan yang menonjol dari tampilan Seraung yaitu hiasan jahitan kain sulam warna – warni dan manik – manik khas Dayak serta bahan utamanya.
Seraung terbuat dari anyaman daun biru, sejenis daun palem lebar yang tumbuh di hutan-hutan Kalimantan. Namun saat ini daun biru sangat sulit didapatkan, Mereka kini mengganti bahan dasar Seraung dengan sejenis pohon pandan yang lebih mudah diperoleh.
Selain suku Dayak, suku Kutai juga sama halnya yaitu memiliki seraung (sahung) sebutan orang kutai, namun ada perbedaan pada hiasan yaitu cenderung polos dibanding Seraung Dayak yang pernak – perniknya lebih banyak.
Ditulis oleh: Arif Aidil Adha / 226671035




