18, May 2025
Tlan Long Suh Wehea

Hutan Lindung Wehea terletak di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, dengan luas sekitar 38.000 hektare. Kawasan ini sudah menjadi habitat bagi beragam ragam satwa, yaitu sekitar 61 spesies mamalia seperti orangutan, 114 jenis burung, 12 spesies hewan pengerat, 9 jenis primata, serta 59 spesies pohon yang memiliki nilai tinggi, di samping berbagai flora dan fauna lainnya yang belum banyak teridentifikasi (The Nature Conservancy, 2012). Kawasan ini menjadi peran penting juga karena sebagai daerah aliran sungai bagi sungai Wehea dan Long Gi di kabupaten Berau. Hutan lindung Wehea ini di kelola oleh masyarakat Dayak Wehea melalui lembaga adat Dayak Wehea di Desa Nehas Liah Bing, Kabupaten Kutai Timur untuk berpartisipasi aktif dalam pelestarian serta menunjukkan kepedulian yang tinggi, hal tersebut bahkan telah di akui oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah, sektor swasta, maupun komunitas konservasi. Komunitas adat Dayak Wehea , tidak hanya bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian Hutan Wehea, tetapi juga aktif mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya hutan sebagai warisan leluhur dan sumber kehidupan.Hutan Wehea juga mendapatkan penghargaan yaitu Kalpataru pada tahun 2009, serta sejumlah penghargaan internasional dari negara-negara seperti Kanada dan Prancis.

Tidak kalah menariknya, masyarakat adat Dayak Wehea ini juga memiliki ritual adat yang di sebut Lom Plai, ritual ini dilaksanakan setahun sekali. Ritual ini di adakan sebagai bentuk syukur atas hasil bumi atau sebagai upacara adat untuk mempererat hubungan sosial antar anggota masyarakat. Masyarakat Dayak Wehea percaya bahwa hubungan antara masyarakat adat dan Hutan Wehea ini tidak bisa diputus.

Kondisi Hutan Lindung Wehea masih lestari dan berbatasan langsung dengan kawasan hutan primer dan sekunder yang telah ditetapkan sebagai wilayah konsesi penebangan. kawasan ini merupakan habitat penting bagi sejumlah spesies langka dan terancam punah, seperti orangutan, macan dahan, lutung dahi putih, burung enggang, burung umbui, serta beruang madu. Selain itu, dalam kawasan ini tercatat memiliki kekayaan flora yang signifikan. Hal ini terbukti bahwa salah satu kekayaan hutan Wehea adalah tanaman obat-obatan yang dimanfaatkan untuk ramuan turun-temurun untuk mengobati berbagai penyakit.

Sampai saat ini, Hutan Wehea masih terjaga dari dampak aktivitas industri seperti perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri, maupun kegiatan eksplorasi lainnya. Keberadaan hutan ini memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan air bersih serta mempertahankan keanekaragaman hayati. Untuk itu, patroli secara rutin terus dilakukan guna melindungi kawasan hutan dari berbagai potensi ancaman.

Potensi Hutan Lindung Wehea sangat besar dan mencakup berbagai bidang seperti pariwisata, lingkungan hidup, kehutanan, pendidikan, penelitian, serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengelolaan kawasan ini harus dilakukan secara bijaksana agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh generasi masa kini maupun yang akan datang.

jika kalian tertarik dengan hutan lindung wehea, dan ingin mencari informasi lengkapnya ada di website official hutan lindung wehea

https://m.antaranews.com/berita/4154943/hutan-wehea-warisan-alam-yang-terus-dijaga-kelestariannya

Sri Astuti (226671027)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *