Desa Wisata Sungai Wain Paru-Paru Kota Balikpapan
Mari Berwisata Ke Desa Sungai Wain
Desa Wisata Sungai Wain merupakan salah satu objek wisata alam yang ada di Balikpapan. Terletak di jalan Sei Wain, Kel. Karang Joang Kec. Balikpapan Utara KM15. Kawasan Desa Wisata Sungai Wain menampilkan banyak objek wisata dan atraksi dengan diikuti dengan unsur alam yang ada. Dengan luas keseluruhan 10.025 Ha Kawasan Wisata Hutan Lindung Sungai Wain ini menampilkan banyak keindahan alam serta nilai nilai dari kearifan budaya lokal yang ada di Kalimantan. Ada beberapa pilihan yang dapat dinikmati oleh pengunjung di kawasan HLSW ini. Pengunjung dapat menikmati aliran sungai Wain yang panjangnya mencapai 18.300 meter, airnya sangat jernih, dan disamping kanan-kirinya terdapat hutan bakau. Di lokasi ini, pengunjung juga dapat menikmati treking pendek dengan melintasi jalur sepanjang 400 meter di atas titian kayu, yaitu jembatan panjang yang ada di dekat waduk air sungai wain. Pengunjung juga bisa menikmati treking sepanjang 3Km sambil melihat-lihat beberapa tumbuhan langka, seperti Kantung semar. untuk dapat menikmati aneka ragam tumbuhan dan juga hewan langka seperti beruang madu, pengunjung perlu mendapat izin dari pihak pengelola. Jika ingin menikmati pemandangan pedalaman kawasan HLSW yang lebih menantang lagi, pengunjung perlu melakukan trekking sepanjang 8Km hingga sampai di base camp Jamaludin. Disarankan agar pengunjung menetap disana selama beberapa hari sambil menelusuri dan mengamati pemandangan yang ada di sekitarnya

Pengelolaan
Sejarah pengelolaan Hutan Lindung Sungai Wain cukup panjang, sejak ditetapkan oleh Sultan Kutai di tahun 1934, sampai pembentukan Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain pada tahun 2002, hingga sekarang berada di bawah Kesatuan Pengelolaan Hutan Bongan, mengikuti peraturan Undang-Undang No. 23/2014. Sejak awal tahun 2016 hingga sekarang Yayasan Pro Natura menjadi mitra utama dalam pengelolaan dan pelestarian HLSW.
HLSW terletak di 116o 47′ – 116o 55′ Bujur Timur dan 01o 02′ – 01o 10′ Lintang Selatan dengan luasan ±10.000 ha. Secara administratif berada di Kecamatan Balikpapan Barat dan di kelurahan Karang Joang di Balikpapan Utara.
Sebagai hutan tropis alami terakhir yang masih tersisa di wilayah pantai antara Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur, HLSW memiliki nilai strategis sebagai sistem pendukung yang vital untuk Kota Balikpapan.
Saat ini pengelolaan harian Hutan Lindung Sungai Wain bergantung pada bantuan dari Yayasan Pro Natura. Perlu dikembangkan pendanaan untuk pengelolaan yang berkelanjutan, di mana PERTAMINA dapat memberi kontribusi yang signifikan, mengingat semua air bersih selama lebih dari 70 tahun telah dimanfaatkan industri minyak di Balikpapan.
Flora
Lebih dari 1000 jenis pohon telah diidentifikasi di HLSW. Hutan ini luar biasa kaya jenis pohon dari keluarga Dipterocarpaceae (meranti dan sebangsa) karena mereka paling kaya jenis di hutan dataran rendah. Kayu ulin yang sudah langka dan dilindungi masih ditemukan cukup sering! HLSW menjadi sumber genetika yang sangat penting.
Nilai Ekologis Flora
Hutan Lindung Sungai Wain adalah contoh tipe hutan dataran rendah unik dan khas, yang dulunya menutupi hampir seluruh wilayah pantai Balikpapan hingga Samarinda.
Jenis pohon dominan di hutan primer adalah bangkirai, ulin, pohon buah-buahan seperti durian hutan, dan berbagai jenis pohon meranti. Telah ditemukan lebih dari 1000 jenis tumbuhan di hutan ini!
Flora HLSW
Hutan Lindung Sungai Wain memiliki beberapa tipe hutan yang terdiri dari rawa-rawa terbuka, hutan rawa air tawar, hutan sungai (riverine), hutan Dipterocarpa dataran rendah yang lembab serta hutan Dipterocarpa perbukitan kering yang secara keseluruhan mempunyai spesies pohon dengan karakteristik berbeda untuk masing-masing tipe. Suatu perubahan kelembaban yang curam (drastis) dari Selatan ke Utara dari hutan cadangan , yang diselingi dengan lembah dan sungai, menambah keragaman spesies pohon yang tinggi, yang menduduki peringkat tertinggi di Asia Tenggara. Tipe vegetasi yang berbeda memberikan beberapa kemungkinan bagi satwa untuk berpindah dan menghindari kelangkaan makanan pada waktu musim kering.
Hutan Lindung Sungai Wain merupakan sebuah contoh unik dan khas atas tipe hutan Dipterocarpa dataran rendah, yang dulunya menutupi hampir seluruh wilayah antar Balikpapan – Samarinda. Jenis pohon kanopi dominan di hutan tersebut antara lain Bangkirai (Shorea laevis), Ulin (Eusideroxylon zwageri) dan Gaharu (Aquilaria malaccensis). Selain dari jenis pohon kanopi tersebut, hutan lindung ini juga mempunyai keragaman jenis yang tinggi untuk jenis-jenis epifit anggrek, pakis dan tumbuhan merambat lainnya.
Jahe Balikpapan
Selama melakukan penelitian tentang tumbuhan jahe Etlingera di Kalimantan, Axel Dalberg Poulsen seorang ahli botani Denmark telah mendokumentasikan sebuah jenis jahe baru yang hanya ditemukan di Hutan Lindung Sungai Wain.
Fauna
Satwa asli Kalimantan ditemukan tinggal di HLSW. Sayangnya banyak jenis sekarang telah berstatus “TERANCAM PUNAH” karena hutan dataran rendah sudah hampir habis ditebang! Sungai Wain merupakan satu satunya hutan di seluruh Kalimantan di mana semua jenis kucing liar dapat ditemukan hidup bersama di satu hutan!
Nilai Ekologis Fauna
Yang sangat istimewa adalah dijumpainya sebagian besar jenis satwa khas Kalimantan di Hutan Lindung Sungai Wain.
Berbagai jenis burung asli Kalimantan seperti burung enggang, ayam hutan langka, burung pelatuk masih dapat kita jumpai. Fauna langka yang terancam punah masih lazim dijumpai, seperti macan dahan, lutung dan lain-lain.
Fauna HLSW
Mamalia
Pada umumnya hampir sebagian besar jenis satwa yang hidup di Kalimantan masih dapat dijumpai di Hutan Lindung Sungai Wain, termasuk jenis yang langka dan terancam punah seperti Macan Dahan (Neofelis nebulosa), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Lutung Merah (Presbytis rubicunda), Lutung Dahi Putih (Nycticebus coucang), Uwa-uwa (Hylobates muelleri), Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Beruk (Macaca nemestrina) serta satwa endemik Kalimantan yaitu Bekantan (Nasalis larvatus).
Sedangkan jenis mamalia lainnya antara lain Kucing Hutan (Felis bengalensis) beberapa jenis Landak seperti Landak Raya (Hystrik brachyura), Landak Ekor Panjang (Trichys fasciculata), sekelompok Tupai Tanah dan Tupai Terbang seperti Tupai Tiga Warna (Callosiurus prevostii), Tupai Tanah Bergaris Empat (Lariscus hosie), Tupai Kerdil Dataran Rendah (Exilisciurus exilis), Tupai Kerdil Telinga Hitam (Nannosciurus melanotis) dan Tupai Terbang Raksasa Merah (Petaurista petaurista). Beberapa jenis Musang seperti Musang Belang (Hemigalus derbyanus), Musang akar (Arctrogalidia trivirgata), Luwak Macan (Viverra tangalungga), Linsang (Prionodon linsang), Binturong (Arctictis binturong) serta Berang-berang (Lutra spp) dapat ditemukan di semua sungai.
Fauna HLSW
Burung
Hutan Lindung Sungai Wain dihuni berbagai jenis burung. Sebagian merupakan jenis endemik yang langka seperi burung Tiong Batu Kalimantan atau Bristlehead (Pytriasis gymnocephala), Pegar langka, Pelatuk dan Burung Enggang.
Hutan Lindung Sungai Wain juga digunakan oleh beberapa jenis burung langka pada rute perpindahan mereka, atau sebagai batu loncatan untuk jenis nomadic (berpindah- pindah) seperti Burung Enggang Raja (Rhinoplax vigil)
Fauna HLSW
Reptil & Amfibi
Keragaman jenis Reptil dan Amphibi belum diteliti, tetapi Penyu Tanah dan Penyu Air Tawar (Trionyx spiniferus.) sering tampak. Binatang reptil lainnya adalah jenis Ular, Kadal serta jenis Amfibi yaitu Katak (Rana spp.).
Nilai Ekologis
Daerah Tangkapan Air
Hutan Lindung Sungai Wain ditetapkan dan dijaga fungsinya sebagai kawasan tangkapan air. Manfaat sebagai penyedia air bersih inilah yang mengingatkan kita betapa pentingnya Hutan Lindung Sungai Wain sebagai sumber air untuk masa depan masyarakat Kota Balikpapan.
Waduk Sungai Wain
Sejak tahun 1947 menjadi pemasok air untuk kebutuhan industri minyak kota Balikpapan.
Industri minyak di Balikpapan membutuhkan rata-rata 450-750 m³ air tawar per jam. Kebutuhan ini dipenuhi dari waduk Sungai Wain yang menampung aliran air dari Hutan Lindung Sungai Wain. Jika airnya dijual seharga air bersih untuk industri, air tersebut bernilai lebih dari 4 juta US$ per tahun!
Hydrologi
Berdasarkan pada fungsi dan manfaatnya, kawasan hutan lindung adalah suatu kawasan hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar maupun dibawahnya sebagai pengatur tata air, pencegah erosi serta memelihara kesuburan tanah.
kawasan hutan lindung mencakup beberapa aspek antara lain sebagai kawasan resapan air dimana kawasan hutan lindung mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air hujan yang akan mengisi air bumi yang berguna sebagai sumber air, mempunyai manfaat untuk mempertahankan kelestarian fungsi mata air, mampu mempertahankan kelestarian fungsi mata air, mampu mempertahankan kelestarian fungsi danau atau waduk, serta mampu mempertahankan kelestarian fungsi sungai.
Fungsi daerah tangkapan air tersebut sejak dahulu telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan para penduduk yang berada di sekitar hutan, bahkan sejak 54 Tahun yang lalu telah digunakan sebagai tempat pengolahan dan persediaan air yang digunakan untuk suplay industri minyak di Kota Balikpapan dengan cara membuat penampungan berbagai anak sungai antara lain dari Sungai Bugis, dan anak sungai yang sumbernya di Km. 24 sekitarnya.
Waduk Sungai Wain
Waduk Sungai Wain dibangun pada tahun 1947 oleh Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM), dengan luas 0,7 hektar. Pada Tahun 1969, pengoperasian waduk tersebut dilakukan oleh Perusahaan Minyak Shell dan sejak Tahun 1972 hingga saat ini pengoperasiannya dilakukan oleh PERTAMINA.
Letak areal Waduk Sungai Wain berbatasan dengan Kawasan Hutan Lindung Sungai Wain, dengan luasan areal lokasi sebesar 3,1 hektar. Selain waduk, di areal tersebut terdapat Instalasi pompa air baku untuk kebutuhan industri pengolahan minyak PERTAMINA.
Hingga hari ini, kilang minyak terbesar ke-2 di Indonesia ini masih bergantung pada air dari Hutan Lindung Sungai Wain. Setiap jam dari waduk ini rata-rata 600 m3 air dialirkan ke kilang minyak di Balikpapan melewati pipa yang panjang.
Berdasarkan data yang diperoleh dari PERTAMINA, air waduk yang dimanfaatkan perusahaan tersebut setiap harinya sebesar ± 15.000 m3 dengan rincian sekitar 85% digunakan untuk proses produksi (pembangkit tenaga penggerak/listrik, air industri dan cooling water) sedangkan sebagian lagi digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga (komplek perumahan karyawan PERTAMINA). Menurut hasil dari pada analisis data yang dilakukan oleh PERTAMINA, rata-rata perusahaan tersebut menggunakan air sebanyak 450 – 750 m3 /jam atau ± 25% dari jumlah volume air tawar yang biasa digunakan oleh seluruh rumah tangga di Balikpapan.
Pemanfaatan air dari Waduk Sungai Wain tersebut didasarkan pada surat izin pengambilan air yang dikeluarkan Kepala Dinas Pertambangan Propinsi Kalimantan Timur No. 546.2/33/Sub-II/Distamb, tanggal 14 Nopember 2000, tentang Pengambilan Air yang Bersumber dari Air Permukaan. Dalam surat tersebut PERTAMINA diberikan izin pemanfaatan air baku dari Waduk Sungai Wain sebanyak 83 liter/detik dengan lama pemompaan 8 jam/hari dan jika perusahaan tidak memerlukan air, maka pengambilan air harus dihentikan.
Hingga saat ini kilang-kilang minyak PERTAMINA UP V Balikpapan yang menghasilkan produksi minyak total nasional, sebagian besar suplay airnya masih tergantung pada air baku yang berasal dari Hutan Lindung Sungai Wain. Hal tersebut menunjukan sebuah kepentingan ekonomi besar dari sebuah suplai air yang tidak pernah terhenti dari kawasan tangkapan air Hutan Lindung Sungai Wain.
Ilmu Pengetahuan
HLSW dijadikan pusat ilmu pengetahuan sejak awal tahun 1990an. HLSW menjadi lokasi pertama untuk penelitian beruang madu di dunia, berbagai plot permanen ditetapkan, dan beberapa stasiun penelitian dibangun sebagai penunjang kegiatan belajar.
Paru-Paru Kota
Udara bersih untuk kota Balikpapan sangat diperlukan mengingat pertumbuhan kota semakin pesat yang turut memicu peningkatan pencemaran udara. HLSW bisa disebut sebagai paru-paru hijau Kota Balikpapan! Udara pepohonan rimbun HLSW menyerap CO2 yang kotor dari Balikpapan dan melepas O2 bersih yang dinikmati oleh warga tanpa disadari!
Hutan Lindung Sungai Wain ditetapkan dan dijaga fungsinya sebagai kawasan tangkapan air
Manfaat sebagai penyedia air bersih inilah yang mengingatkan kita betapa pentingnya Hutan Lindung Sungai Wain sebagai sumber air untuk masa depan masyarakat Kota Balikpapan.
Annisa – 226671050