Festival Sarut dan Upaya Menjaga Pesona Wastra Dayak Benuaq

Festival Sarut adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan seni kerajinan Sarut, yang menjadi ciri khas budaya masyarakat Dayak Benuaq di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Sarut merupakan seni menyulam di atas kain dengan motif khas Dayak Benuaq. Festival ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan keahlian mereka dalam membuat sarut, serta menyebarkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Sarut adalah bagian dari seni pembuatan busana tradisional Dayak Benuaq, di mana benang dirangkai menjadi kain bermotif. Dahulu, benang yang digunakan berasal dari serat daun nanas. Seni ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Dayak Benuaq sejak dahulu kala. Motif-motif sarut tidak mengikuti pola baku, melainkan tercipta dari imajinasi dan kreativitas para pengrajinnya. Di masa lalu, setiap motif memiliki makna simbolis dan sering kali dianggap sakral, sehingga hanya orang-orang tertentu yang memahami maknanya.
Lebih dari sekadar kerajinan kain, sarut juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai budaya. Motif-motifnya menggambarkan peristiwa sehari-hari, kisah leluhur, atau pesan-pesan kehidupan. Melalui sarut, masyarakat Dayak Benuaq menyampaikan nilai kebersamaan, rasa syukur, serta penghormatan terhadap alam.
Dengan berjalannya waktu, motif dan desain pakaian sarut pun terus berkembang. Keindahan sarut semakin memperkaya pesona para pemakainya.
By : Dila Enjelia Togasi (226671042)