Kalimantan Timur dengan Keindahan, Kekayaan Alam dan Budaya-Nya
Pulau Kalimantan merupakan paru – paru dunia dengan memiliki keindahan dan kekayaannya mulai dari alam hingga budaya. Salah satunya di Provinsi Kalimantan Timur yang beberapa kawasan masih dijaga kelestarian alamnya dan juga masih dikembangkan budaya-Nya hingga saat ini oleh masyarakat setempat yang menjadi ekowisata. Dengan adanya ekowisata dapat menarik ilmuwan, peneliti, dosen, mahasiswa dari luar negeri. Berikut 4 (empat) ekowisata yang ramai dikunjungi di kalimantan timur :
- Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF)

BOSF yang dikenal sebagai tempat konservasi Orangutan dan Beruang Madu. Untuk mencegah kepunahan dan melestarikan orang utan dan habitatnya di Kalimantan yang bermula di tahun 1991. Sumber : https://www.orangutan.or.id/id
2. Hutan Lindung Sungai Wain

Hutan Lindung Sungai Wain adalah hamparan hutan dataran rendah yang relatif kecil (± 10.000 ha) tetapi sangatlah penting keberadaannya bagi kota Balikpapan. sumber : https://sungaiwain.org/ sumber gambar: www.balikpapantv.id
3. Kepulauan Derawan

Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah objek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia. Kepulauan Derawan memiliki tiga kecamatan yaitu, Pulau Derawan, Maratua, dan Biduk Biduk, Berau. Sumber & gambar : https://dispar.kaltimprov.go.id/ & travel.kompas.com
4. Desa Budaya Pampang

Di Desa Pampang, suku Dayak Apokayan dan Kenyah melestarikan tradisi dan budayanya, termasuk merayakan kegiatan keagamaan, gotong royong, dan panen raya. Keunikan budaya mereka menarik perhatian pemerintah, dan pada tahun 1991, Desa Pampang resmi ditetapkan sebagai desa budaya. Kagumi Lamin Adat Pamung Tawai, rumah adat suku Dayak yang terbuat dari kayu ulin yang kokoh.
Rumah adatnya memiliki hiasan dan ukiran yang indah menghiasi hampir seluruh dindingnya, menampilkan perpaduan warna hitam, putih, dan kuning yang khas. Tiang penyangga raksasa dengan diameter dua meter dan ukiran yang rumit menambah kemegahan rumah adat ini. Atapnya yang terbuat dari kayu sirap dengan ukiran yang kokoh di tengah dan sudutnya menjadi pelengkap keindahan arsitektur tradisional ini.
Pada hari Minggu, pukul 14.00-16.00 WITA, harga tiketnya Rp. 40.000/org kamu bisa nikmati pertunjukan tari-tarian adat suku Dayak yang memukau. Para penari yang dibalut pakaian tradisional dan aksesoris yang berkilauan akan membawakan berbagai tarian seperti Hudoq, Bangen Tawai, Kanjet Anyam, Ajay Pilling, Kancet Lasan, Nyalama Sakai, dan Kancet Punan Lettu. Setiap tarian memiliki gerakan dan makna yang unik, dan sebelum pertunjukan dimulai, kamu akan mendapatkan penjelasan tentang makna di balik setiap tarian. Sumber : rumah123.com
Nur Aisyiah – 226671045