26, May 2025
Festival Nutuq Bahamp’: Tradisi Panen Padi Ketan Muda di Dusun Putak

Di Kalimantan Timur, lebih tepatnya di Dusun Putak, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, tersimpan sebuah tradisi adat yang kaya makna dan nilai-nilai kebersamaan, yakni Festival Nutuq Bahamp’. Festival ini adalah bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak Tunjung dan Benuaq atas panen padi ketan muda, serta merupakan simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan roh leluhur.

“Nutuq Bahamp'”, dalam bahasa Dayak Tunujung Benuaq, berarti “memetik atau memanen padi ketan muda”. Tradisi ini bukan hanya momen panen, tetapi juga perayaan budaya yang memperkuat identitas dan warisan leluhur. Padi ketan muda dinilai sakral, karena diyakini sebagai persembahan kepada roh penjaga ladang (talaaq), serta sebagai bahan utama dalam ritual adat dan makanan khas setempat.

Festival ini dijalankan secara bersama, dimulai dengan upacara adat yang dipimpin oleh tokoh adat atau belian. Upacara pembukaan dilakukan di ladang padi sebagai permohonan izin kepada penjaga alam dan roh leluhur agar panen bisa berjalan lancar. Setelah itu, warga bersama-sama menuai padi ketan muda sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional dan memainkan alat musik khas Dayak Tunujung dan Benuq.

Acara dilanjutkan dengan beberapa pertunjukan budaya, seperti tarian-tarian tradisional, pembacaan mantra, dan penyajian kuliner khas berbahan dasar ketan muda. Salah satu yang paling dinantikan adalah penyajian lemang dan sambet bahamp’, yaitu nasi ketan muda yang dimasak dalam bambu dan disajikan dengan lauk khas.

Festival Nutuq Bahamp’ bukan hanya sekadar pesta panen, melainkan juga ajang pendidikan budaya bagi generasi muda, serta ajang untuk mempereratkan hubungan sosial antarwarga. Tradisi ini sudah menjadi identitas budaya masyarakat Dusun Putak dan memancing minat wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin lebih mengenal kearifan lokal Dayak Tunujung dan Benuaq.

Dengan Nutuq Bahamp’, masyarakat Dusun Putak tidak hanya menjaga adat istiadat leluhur, tetapi juga mendidik dunia tentang hidup berdampingan secara harmonis dengan alam dan satu sama lain meskipun terdapat perbedaan budaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *