Nasi Bekepor, Cita Rasa Khas Kutai Kartanegara

Di tengah maraknya kuliner modern dan makanan cepat saji, Nasi Bekepor tetap menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu warisan kuliner khas Kalimantan Timur, khususnya dari Kerajaan Kutai. Hidangan ini dikenal memiliki cita rasa gurih yang khas, serta penyajian yang sederhana namun menggugah selera.
Nasi Bekepor berasal dari kata “bekepor” yang dalam bahasa Kutai berarti “berminyak”. Hal ini merujuk pada cara memasak nasinya yang tidak hanya dikukus, tetapi juga ditumis dengan minyak dan bumbu, seperti bawang merah, bawang putih, serta tambahan rempah-rempah lokal. Dalam penyajiannya, nasi ini biasanya ditemani lauk ayam masak kecap, telur rebus, sambal terasi, serta aneka sayuran segar seperti kemangi dan mentimun.
Hidangan ini dahulu disajikan dalam acara-acara penting kerajaan maupun tradisi adat masyarakat Kutai. Kini, Nasi Bekepor dapat ditemui di berbagai rumah makan tradisional di Kalimantan Timur, bahkan mulai diperkenalkan dalam berbagai festival kuliner daerah sebagai salah satu identitas budaya lokal.
Dengan penyajian khas di atas daun pisang dan aroma bumbu yang menggoda, Nasi Bekepor tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang kuat. Kehadirannya menjadi simbol dari kekayaan tradisi kuliner yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat, bahkan mulai dilirik oleh generasi muda sebagai bagian dari kebanggaan daerah.
Robby K. Ramadhan (226671033)